Articles by "Kegiatan"
Showing posts with label Kegiatan. Show all posts

MARI BERPARTISIPASI DALAM GERAKAN SUKMA, SEDEKAH UNTUK BERSAMA!

Sedikit apapun berbagi Anda akan bernilai untuk mereka disana. Alhamdulillah, saat ini dana yang telah terkumpul di gerakan SUKMA mencapai Rp 973.200.

Menjelang softlaunching gerakan Sedekah Untuk Sesama, akan ada santunan kepada anak yatim piatu. Jangan sampai ketinggalan untuk berbagi sesama! Kontribusi dapat diberikan di hari sabtu dan kamis di kampus IPMAFA.

Tahukah Anda 3 keutamaan menyantuni anak yatim piatu?

  1. Dekat dengan Rasulullah di surga, sedekat jari telunjuk dengan jari tengah
  2. Melunakkan hati yang keras
  3. Kebutuhan hidup terpenuhi

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)
Jangan lupa donasikan sedekah terbaikmu untuk mendukung mereka yaa!

Dua hari ini, mulai hari senin (13 - 14 November 2017) roadshow pelatihan manajemen zakat wakaf IPMAFA sukses dilaksanakan di tiga Madrasah Aliyah meliputi MA Manabi'ul Falah,MA NU Luthful Ulum dan MA Roudlotus Syuban. Tujuan pelatihan ini untuk memberi wawasan sejak dini para siswa tentang kesadaran berzakat sekaligus bagaimana pengelolaan zakat yang baik.


Di hari pertama, bapak Sholah, Kepala Sekolah MA Manabi'ul Falah Ngemplak, menyampaikan sangat menyambut baik dan berterimakasih karena IPMAFA melalui mahasiswa program studi Manajemen Zakat Wakaf dapat memberikan pelatihan penting dalam rangka mengedukasi anak sedini mungkin tentang zakat dan wakaf. 


Sholah menambahkan bahwa MA Manabi'ul Falah menerima baik atas usulan pendirian LAZIS berbasis osis agar siswa mampu menerapkan manajemen zakat wakaf di sekolah.


Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, MA NU Luthful Ulum Pasucen dan MA Roudlotus Syuban Sekarjalak juga sangat menyambut baik adanya pelatihan ini sehingga banyak siswa dan santri yang terlibat dalam forum tersebut.

Seperti diketahui, saat ini zakat belum mampu dikelola secara optimal, sehingga diharapkan generasi penerus nantinya memiliki semangat untuk mampu menggerakkan geliat zakat di Indonesia agar lebih optimal dan dapat mengentaskan kemiskinan dan problematika ekonomi umat. (Ast - Asfy) 

Sabtu (11/11/2017) Prodi Managemen Zakat Wakaf (ZAWA) IPMAFA mengadakan pelatihan manajemen zakat wakaf perdana di MA NU Miftahul Huda. Pelatihan ini dilaksanakan untuk membekali para siswa maupun santri agar memiliki wawasan praktis tentang zakat wakaf. Pelatihan tersebut sekaligus melatih siswa tidak hanya mendorong siswa menjadi shalih secara ritual tetapi juga shalih secara sosial.

"Jika sholat adalah keshalihan ritual, maka zakat sebagai keshalihan sosial" terang Dr. Jamal Ma'mur MA selaku Kepala Prodi ZAWA IPMAFA dalam sambutannya.

Diharapkan, pelatihan ini menjadi bekal bagi siswa siswi yang ingin menjadi generasi penerus amil zakat atau nadhir wakaf supaya lebih amanah, tabligh, fathonah dan profesional. Bukan hanya paham zakat dan wakaf dalam konteks ke-fiqhan tapi diharapkan lebih mampu untuk mengelola dalam konteks kekinian atau modern.

Beliau juga menambahkan, bahwa seandainya MA NU Miftahul Huda dapat mendirikan Lazis (lembaga amil zakat) yang berbasis OSIS. Ini tentu sangat baik, karena siswa-siswi dapat diajari betapa pentingnya berzakat sejak dini.


Rencananya, pelatihan ini akan diadakan secara berturut-turut di berbagai lembaga pendidikan setingkat Madrasah Aliyah dan pesantren untuk mengedukasi para siswi maupun santri tentang pentingnya melaksanakan rukun islam ke 3 ini. 
(Asfy - Ast)

Sabtu (11/11/2017) Prodi Managemen Zakat dan Wakaf IPMAFA mengadakan pelatihan manajemen zakat wakaf perdana di MA NU Miftahul Huda Pati. Pelatihan diikuti oleh para siswa Madrasan Aliyah Miftahul Huda dan sejumlah guru yang hadir dalam acara.
Pelatihan ini dilakukan agar para siswa maupun santri nantinya memiliki wawasan yang luas tentang zakat wakaf. Pengetahuan tentang zakat dan wakaf dirasa sangat penting agar tercipta kader-kader filantropi Islam yang lebih banyak sehinggal pengelolaan zakat semakin baik dan profesional. Zakat pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari kehiupdan manusia khususnya masyarakat Muslim.
“Jika sholat adalah keshalihan ritual, maka zakat sebagai keshalihan sosial.”, tutur Dr Jamal Makmur, Kepala Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf IPMAFA.
Diharapkan dari pelatihan ini menjadi bekal bagi siswa siswi yang ingin menjadi generasi penerus amil zakat atau nadhir wakaf supaya lebih amanah, tabligh, fathonah dan profesional. Bukan hanya paham zakat dan wakaf dalam konteks ke-fiqhan tapi diharapkan lebih mampu untuk mengelola dalam konteks kekinian atau modern.
Jamal menambahkan bahwa seandainya MA NU Miftahul Huda bisa mendirikan Lazis (lembaga amil zakat) yang berbasis OSIS, ini tentu sangat baik karena siswa-siswi dapat diajari betapa pentingnya berzakat sejak dini.
Rencananya, pelatihan ini akan diadakan secara berturut-turut di berbagai lembaga pendidikan setingkat Madrasah Aliyah dan pesantren untuk mengedukasi para siswi maupun santri tentang pentingnya melaksanakan rukun islam ke 3 ini.
(Asfy – Ast)

Sabtu, (20/5/17) Program Studi Managemen Zakat Wakaf (Zawa) Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) mengadakan kuliah Fundraising dengan narasumber dari Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC) bersama Bapak Hamid Abidin, Jakarta. Dalam forum tersebut, Hamid mengisi mata kuliah fundraising dan network skills.

PIRAC sendiri merupakan organisasi sumber daya nirlaba dan independen yang memberikan pelayanan dalam bentuk penelitian, pelatihan, advokasi, dan penyebaran informasi di bidang filantropi dan penguatan organisasi masyarakat sipil di Indonesia dengan dukungan pendanaan dari lembaga donor, sumbangan masyarakat, dan usaha mandiri.

Dalam kuliah tersebut disimpulkan bahwa fundraising merupakan suatu aktifitas dimana orang menggalang dana / mengumpulkan dukungan masyarakat dengan cara menyadarkan mereka dalam mengatasi persoalan masyarakat luas dengan cara yang baik, tidak melanggar hukum, etika dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

"Ilmu Fundraising sangat penting dan dibutuhkan oleh Fundraiser untuk mengatasi mental blocking (Malu karena merasa meminta - minta). Padahal mengenai perumpamaan tangan diatas dan tangan dibawah, posisi kita ada di atas dari tangan yang diatas. Karena kita merupakan penggerak bagi calon donatur, tanpa kita belum tentu mereka tergerak hatinya untuk melakukan zakat, infak, sedekah, maupun wakaf". "Banyak yang menyebut profesi ini sebagai makelar surga", lanjutnya.

Yang paling dibutuhkan dalam Fundraising adalah bagaimana cara mengemas masalah beserta solusinya agar menggerakan hati calon donatur bahwa masalah mereka juga masalah kita bersama.
Fundraising ini sejalan dengan pemikiran Kiai Sahal tentang Fiqh Sosial mengenai zakat produktif (yang mengatasi masalah mustahiq) dan jika diterapkan dengan baik bisa memutus rantai kemiskinan.
"Fundraising merupakan bisnis kepercayaan. Sekali anda tidak dipercaya maka selesai, orang susah lagi untuk percaya."

Dalam fundraising, seseorang dituntut untuk mampu membuka mata publik terhadap persoalan persoalan akut yg terjadi di masyarakat, baik si bidang ekonomi, pendidikan, budaya, dan sosial secara umum, kemudian membuka pikiran (kesadaran kolektif) bahwa masalah tersebut harus diatasi, dan membuka hati untuk memberikan kontribusi bagi penyelesaian masalah masalah yang ada.

Adanya kuliah ini mengingat bahwa mata kuliah fundraising ini sangat urgens. Diharapkan dengan matakuliah ini, mahasiswa Prodi Zawa IPMAFA menjdi amil zakat yang mampu menggerakkan lembaga zakat dengan kemampuan fundraising tingkat tinggi dan mengembangkan jaringan secara luas dengan berbagai lembaga yang ada.
Kaprodi Zawa Menyalurkan bantuan

Beberapa musibah alam yang melanda masyarakat wilayah Pati mendapat perhatian dari mahasiswa Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) Pari. Para mahasiswa Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (Zawa) melakukan aksi peduli sosial dengan menggalang dana untuk para korban yang terkena bencana banjir belum lama ini (13/3/2017).

Melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Zawa, mereka bergerak melakukan fundraising di kampus IPMAFA untuk siapa saja yang ingin menyalurkan bantuannya. Para mahasiswa, dosen dan civitas akademika di lingkungan kampus dapat menyalurkan dengan mudah.

Penyaluran bantuan tersebut didampingi langsung Kepala Prodi Zawa Dr. Jamal Ma'mur Asmani dan para perwakilan mahasiswa Prodi Zawa yang menyerahkan langsung kepada Agus Sutrisno, Ketua RT 02/03 di Dukuh penggingwangi Desa Kasiyan Sukolilo.

Desa Kasiyan menjadi salah satu desa yang mengalami musibah yang cukup memprihatinkan. Kondisi desa dengan 96 Kepala Keluarga terletak di pinggiran kabupaten Pati dengan dataran lebih rendah dari bantaran sungai sehingga setiap tahunnya mengalami banjir akibat luapan sungai.

Dengan adanya bantuan ini diharapkan selain dapat meringankan beban para korban juga untuk mendorong kepedulian sosial para civitas akademika kepada masyarakat sekitar yang terkena musibah.


Perwakilan mahasiswa Prodi Zawa



Zakat termasuk rukun Islam yang nasibnya paling mengenaskan dibanding syahadat, shalat, puasa, dan haji yang daftar tunggunya sangat panjang. Untuk optimalisasi zakat, dibutuhkan gerakan bersama dengan latihan terus menerus. Anak kecil dilatih shalat sebelum baligh sehingga ketika baligh sudah bisa melaksanakan shalat dengan baik. Begitu juga anak dilatih berpuasa setengah hari, kemudian menjadi sehari, sehingga ketika baligh sudah mampu melakukan puasa sehari. 

Maka, jika zakat bisa tegak berdiri, maka sebelum harta mencapai satu nishab, seseorang harus berlatih berzakat sehingga ketika zakat sudah mencapai satu nishab bisa bisa mengeluarkan harta zakat dengan baik (tidak ada rasa eman dan sudah mempunyai pengetahuan cukup untuk berzakat).
Edukasi terus menerus sangat penting dalam konteks ini, sehingga masyarakat menjadi sadar bahwa kewajiban zakat sama dengan kewajiban shalat, puasa, dan haji. Peran akademisi, kiai, media, pemerintah, dan seluruh kekuatan civil society sangat penting untuk menggelorakan gerakan zakat sebelum satu nishab.
Untuk menunjang gerakan zakat sebelum satu nishab ini dibutuhkan lembaga amil zakat, infak dan sedekah yang amanah dan profesional. Lembaga amil zakat harus diisi orang-orang yang mempunyai kompetensi di bidang fiqh zakat, manajemen kelembagaan, fundraising, dan administrasi yang rapi, transparan dan akuntabel. 

Selain itu, program yang kreatif dan inspiratif harus dimunculkan sebagai kunci dalam melakukan penghimpunan dana zakat. Muzakki akan tertarik dengan program yang tidak konvensional, punya nilai kontinuitas, perspektif baru, dan pengaruh yang jelas di masyarakat, khususnya menuju kemandirian dan kesejahteraan ekonomi.

Di tengah proses ini, legalitas menjadi hal yang penting. Lembaga Amil zakat harus mengurus legalitas sesuai undang-undang yang ada. Namun, jangan sampai persoalan legalitas menjadi penghalang dalam menggalakkan zakat. Legalitas diurus bersamaan dengan penggalangan harta zakat.
Dengan gerakan berzakat sebelum mencapai nishab dan didukung legalitas dan kompetensi amil zakat yang amanah dan profesional, diharapkan potensi zakat secara nasional sebesar 217 trilyun bisa tergali secara maksimal, tidak hanya 4,3 trilyun seperti sekarang ini, tapi mampu mencapai 7 sampai 10 trilyun pertahun.
Jika lembaga zakat sekarang ini masih tersentral di kota-kota besar, yang dimotori oleh Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Inisiatif Zakat Indonesia, Al-Falah, dan Nurul Hayat, maka sudah saatnya lembaga zakat berdiri di seluruh wilayah di Indonesia, di seluruh pelosok Nusantara, baik di desa, lembaga pendidikan, kampus, pesantren (seperti di Sidogiri), dan lain-lain. Dengan ini diharapkan, gerakan pengentasan kemiskinan bisa berjalan secara efektif karena ada sinergi antar seluruh elemen bangsa.
Angka orang miskin di Indonesia 28,01 juta jiwa (10,86 %) bisa teratasi dengan zakat dan program pemerintah secara sinergis.
Ringkasan Seminar Zakat di IPMAFA, Senin, 20 Februari 2017 di Aula IPMAFA Lt. 2 dengan Narasumber: Bapak Amin Sudarsono (Sekretaris Eksekutif Forum Zakat (FOZ) Nasional dan Tim Ahli Perumus Tata Kelola NU Care-Lazisnu PBNU).
Alhamdulillah di tengah acara seminar ini bisa membaca tahlil untuk KH. A. Nafi' Abdillah yang dipimpin oleh KH. A. Subhan Salim, M.Ag, semoga maghfirah dan rahmah Allah terlimpah kepada beliau, Amiin Yaa Rabbal Alamiin.