PATI- Gerakan penyadaran untuk berzakat ditanamkan sejak dini. Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) Pati belakangan gencar melakukan penyadaran tersebut. Pemahaman atas pentingnya zakat kepada generasi muda seperti dilakukan di Madrasah Aliyah NU Miftahul Huda Gabus, Senin (13/11).

Dalam pelatihan manajemen zakat dan wakaf itu, Ketua Prodi Manajemen Zakat Wakaf Ipmafa Dr Jamal Ma’mur Asmani MA hadir langsung memberi pencerahan.

Dia memaparkan, zakat telah dirintis Nabi Muhammad sejak di Makkah melalui ajaran tolong menolong. Nabi juga membangun persaudaraan yang erat antar umat Islam.

Satu dengan lainnya saling menguatkan. ”Secara formal, zakat diperintahkan pada tahun kedua hijriyah di Madinah, setelah posisi Islam kuat. Ini menunjukkan, bahwa efektivitas pengelolaan zakat membutuhkan intervensi negara dengan kekuatan struktural dan aparat penegak hukumnya.

Tanpa peran negara, potensi besar zakat tidak bisa digali secara maksimal,” ujarnya dalam acara yang dibuka Rois Syuriyah MWC NU Gabus Kiai Abdurrahman Adam. Lebih lanjut dia menjelaskan, di Indonesia memiliki potensi zakat yang besar.

Potensi zakat secara nasional mencapai Rp 280 triliun. Dari potensi itu baru tergali Rp 4,5 triliun melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ).

”Kondisi ini terbilang mengejutkan atau bahkan ironi. Karena Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesa di dunia,” katanya. Menurutnya, untuk lebih menggalakkan penghimpunan zakat perlu meningkatkan kapasitas kelembagaan Baznas dan LAZ.

Manajemen yang diterapkan harus berbasis transparansi, akuntabilitas, partisipasi aktif, totalitas, dan profesionalitas. ”Jangan sampai lembaga zakat dikelola secara amburadul dan hanya menggunakan waktu sisa.

Zakat dapat tegak sebagaimana haji jika dikelola dengan prinsip totalitas, sehingga pikiran dan usaha dikerahkan untuk mengelola zakat dari perencanaan, pembagian kerja, pelaksanaan, pelaporan, dan pengawasan intensif,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, semua amil zakat juga harus memenuhi sejumlah kriteria. Mereka harus mempunyai integritas moral (jujur dan tanggung jawab) dan kapabilitas memadai (visioner dan komunikatif). (H49-52)

Sumber: Suara Merdeka
Share To:

Post A Comment:

0 comments so far,add yours